Cara Budidaya Ikan Patin Di Kolam Terpal Untung Ganda

Cara Budidaya Ikan Baung Di Kolam Terpal merupaka salah satu keuntungan yang cukup menjanjikan, pasalnya selain peminat ikan yang tergolong tinggi juga dibanderol dengan harga yang cukup mahal.  Budidaya Ikan baung pada kolam yang berisikan air tenang sudah lama kita kenal yang sudah banyak dilakukan oleh pembudidaya ikan Baung di Indonesia.

Memang budidaya ikan baung tidaklah sulit, karena sudah banyak orang Indonesia yang sukses budidaya ikan buang. Tapi perlu anda ketahui bahwa budidaya ikan baung memerlukan perlakuan khusus. Budidaya ikan baung pada kolam air tenang terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pembudidaya ikan baung.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Nila 3 Bulan Panen

budidaya ikan baung

CARA BUDIDAYA IKAN BAUNG


Baiklah, langsung saja nich simak Cara Budidaya Ikan Hias dengan mudah dan lengkap yang akan kami paparkan dibawah ini sebagai berikut.

Baca Juga Cara Budidaya Ikan Arwana Di Kolam Terpal Untuk Pemula

1. Pemilihan Lokasi


Langkah pertama yang harus dilakukan oleh pembudidaya ikan baung adalah memilih lokasi yang tepat untuk budidaya ikan baung. Penentuan lokasi pembuatan kolam budidaya ikan baut di kolam tanah air tenang tidak berbeda jauh dengan lokasi budidaya ikan jenis lainnya. Tanah yang baik untuk budidaya ikan bangu adalah tanah yang berstruktur kuat, memiliki kemampuan untuk menahan air, tanah yang subur serta tidak berbatu-batu.

Satu lagi, untuk syarat lokasi kolam tanah air tenang yang juga penting,  memiliki sumber air yang tidak mudah kekeringan sepanjang tahun saat musim kemarau. Selain itu, kolam ikan tersebut bebas dari pencemaran limbah dan bahan-bahan beracun agar budidaya ikan baung cepat meningkat dan terhindar dari berbagai penyakit yang memicu ikan baung mati.

Selain itu, pembudidaya ikan baung harus mengerti dan memastikan sifat fisika maupun kimia air pada kolam ikan, salah satunya harus memastikan suhu air yang pas, untuk budidaya ikan baung sebaiknya memiliki suhu berkisar antara 26 – 30 0C , sedangkan untuk pH air yang baik sekitar antara 4-9 ppm. Sedangkan untuk kandungan oksigen yang terlarut minimum  1 mg / liter dan optimal adalah 5 – 6 ppm, dan kandungan NH3 kurang dari 1,5 ppm.

2. Konstruksi Kolam


Setelah mendapatkan lokasi yang ideal,langkah selanjutnya adalah menentukan konstruksi kolam yang pas dengan bentuk kolam sebaiknya berbentuk persegi panjang.  Dengan bentuk pematang trapezium dengan kemiringan 1 : 1, dan bagian atas pematang di tanami tumbuhan air untuk menghiindari erosi. Sedangkan tinggi pematang berkisar 1,5 – 2 m yang dapat dibuat tanah atau berupa tembok.

Baca Juga Cara Budidaya Ikan Wader Pari Omset Puluhan Juta

3. Persiapan Kolam


Setelah memperhatikan lokasi peletakan kolam ikan dan memperhatikan konstruksi kolam,kini saatnya pembudidaya ikan baung menyiapkan kolam untuk digunakan pembesaran ikan.  Sebelum digunakan untuk membesarkan ikan baung, kolam yang sudah disiapkan dikeringkan terlebih dahulu. Adapun manfaat dari pengeringan kolam bertujuan untuk membunuh bakteri jahat dari sisa pakan yang membusuk.

Setelah proses pengeringan dasar kolam ikan, selanjutnya yang harus dilakukan oleh pembudidaya ikan baung adalah proses pengapuran. Proses ini bertujuan untuk memberikan kapur agar menetralkan tingkat keasaman kolam. Dengan cara memberikan kapur CaCO3 dengan dosis 180 – 370 kg / ha / tahun agar bisa mengurangi keasaman tanah dan air kolam.

Setelah proses pengapuran, pembudidaya ikan baung harus melakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik 1kg / M2 /periode atau pupuk anorganik 1 gram / M2 / periode bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan mikroorganisme dan tanaman yang hidup didasar kolam sehingga bisa dijadikan sebagai pakan alami.

Setelah proses pemupukan selesai, langkah selanjutnya adalah pengisian air dengan kriteria tertentu , Tinggi air untuk budidaya ikan baung minmal  0,5 m dan debit air berkisar sekitar 10 – 15 liter/detik/ha. Sebelum diberi air,  pada pintu pemasukan air diberi saringan agar miminimalisir hama dan kotoran yang masuk padakolam ikan.

4. Penebaran Benih


Langkah ke empat setelah proses persiapak kolam selesai adalah penebaran benih ikan baung, penebaran benih bisa dilakukan saat air sudah dibiarkan selama kurang lebih 1 bulan menggenang didalam kolam budiaya dengan kedalaman sebanyak 50 – 80 Cm.  untuk ukuran benih yang ditebarkan bisa berukuran 2 -3 gram dengan kepadatan tebar 60 – 100 ekor/ M2.

Untuk benih yang ditebarkan harusnya jangan asal benih, pasalnya tidak semua benih ikan itu sehat. Pada saat membeli benih ikan baung , seorang pembudidaya harus memilih benih yang berkualitas dengan beberapa kriteria, terlihat lincah, sehat serta rakus makannya. Kenapa harus memilih bibit yang berkualitas?  Karena dengan benih ikan yang berkualitas menjadikan proses pertumbuhan ikan baung berkembang dengan cepat.

5. Pemberian Pakan


Selanjutnya setelah memasukkan benih ikan ke dalam kolam, yang perlu diperhatikan untuk pembudidaya ikan baung adalah pemberian pakan yang pas. Frekuensi pemberian pakan yang baik 3 kali sehari di waktu pagi hari, sore hari, serta malam hari. Pakan yang baik dengan kandungan nutrisi protein 30% lemak 25% karbohidrat 10-25% pakan yang di berikan adalah pelet ikan jenis 781 -2 SP.

Ikan baung juga bisa diberi pakan tambahan berupa pakan dedak, jagung, ikan asin dan lain sebagainya dengan cara menggiling halus sehingga lebih lembut. Untuk mengirit biaya pemberian pakan, berilah pakan alami berupa mikroorganisme dan tanaman dasar kolam yang sudah disiapkan tadi saat membuat kolam ikan.

6. Perawatan


Dengan pemberian pakan yang efektif dan teratur akan menjadikan proses pertumbuhan ikan baung berkembang dengan pesat.  Selain itu juga memerlukan perawatan intensif pula, dengan cara menambahkan air setiap 3 hari sekali dengan dalih kolam ikan air tenang harus terjaga sirkulasi airnya. Dengan menambah dan mengurangi isi air kolam akan menjadikan proses sirkulasi air berjalan dengan baik. Untuk sirkulasi air yang baik, anda bisa menambahkan kincir didalam kolam tersebut agar kandungan oksigen pun bisa stabil.

7. Pengendalian Hama Dan Penyakit


Setelah perawatan ikan baung dilaksanakan secara insentif, perlu juga untuk dilakukan oleh seorang pembudidaya ikan baung dengan mengendalikan hama dan penyakit.  Karena hama dan penyakit menjadi salah satu penghalang kesuksesan budidaya ikan baung. Untuk itu kita harus selalu lebih rajin memeriksa kolam setiap hari dari berbagai hama seperti biawak, ular sawah dan lain sebagainya disekitar kolam ikan.

Baca Juga Cara Budidaya Ikan Nilem Di Kolam Terpal Agar Cepat Besar

Selain mencegah hama, pembudidaya ikan baung juga senantiasa memberikan vitamin ikan 3 hari sekali yang dicampurkan dengan pakan ikan agar kesehatan dan kebugaran ikan baung semakin terjaga. Dengan kesehatan ikan baung menjadikan pertumbuhan tubuh ikan menjadi lebih cepat dan prima.

Itulah Cara Budidaya Ikan Baung Di Kolam Terpal terlengkap yang berhasil kami paparkan, untuk budidaya ikan baung sebenarnya tidak terlalu sulit,hanya saja budidaya ikan baung memerlukan lahan yang cukup luas agar proses budidaya ikan baung menjadi lebih efektif. Baiklah, semoga saja ilmu yang kami share ini bisa bermanfaat bagi anda pembudidaya ikan baung.

Post a Comment

0 Comments