Cara Budidaya Ikan Belut Terlengkap 2020 Untung Miliaran

Budidaya Ikan Belut - Belut merupakan salah satu binatang air tawar yang bisa dimasukkan kedalam kelompok ikan, hanya saja bentuknya yang tidak mirip dengan kebanyakan jenis ikan. Kehidupan belum biasanya berada didalam lumpur yang sedikit air. Binatang belum memiliki dua system pernafasan yang menjadikan belum memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi dalam lumpur dengan sedikit air.

Belum memiliki banyak jenis, adapun jenis belut yang paling banyak ditemukan di persawahan Indonesia adalah belut sawah yang memiliki nama latin Monopterus albus., ada juga belut rawa dengan nama latin (Synbranchus bengalensis) yang bisa ditemukan di beberapa tempat. Perbedaan belut sawah dan belut rawa yang paling mencolok yaitu postur tubuhnya. Belut sawah memiliki bentuk tubuh pendek dan gemuk, sedangkan untuk belut rawa memiliki tubuh yang panjang dan ramping.
Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Nila 3 Bulan Panen
budidaya ikan belut


Ikan belut memiliki daging yang lezat untuk dikonsumsi, terdapat beberapa resep masakan belut yang khas sehingga mampu memanjakan pengkonsumsinya. Ikan belut juga bisa dijadikan sebagai ladang bisnis yaitu dengan cara Budidaya Ikan Belut agar mendapatkan keuntungan yang melimpah. Pasalnya selain peminat yang cukup banyak juga daging belut memiliki kandungan yang tinggi.

Adapun Budidaya Ikan Belut terdapat dua segmen, untuk segmen pertama yaitu pembibitan dan kedua adalah pembesara belut . budidaya dengan cara pembibitan bertujuan untuk menciptakan bibit belut berkualitas, adapun untuk segemen pembesaran dimulai dari membeli bibit hingga menghasilkan belut berukuran besar dan siap untuk dikonsumsi.

CARA BUDIDAYA IKAN BELUT


Cara Budidaya Ikan Belut tergolong mudah apabila disertai dengan ilmunya, dan kali ini kami Situs Budidaya Ikan hias akan merangkum panduan lengkap Budidaya Ikan Belut dengan jelas dan rinci sehingga mudah dipahami calon pemBudidaya Ikan Belut.

1. Memilih bibit belut




Langkah pertama yang harus dilakukan untuk Budidaya Ikan Belut adalah memilih bibit unggul belut, anda bisa mendapatkan bibit unggul dengan 2 cara yaitu memilih bibit hasil tangkapan dan hasil budidaya, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Bibit tangkapan memiliki beberapa kekurangan, seperti ukuran yang tidak seragam dan adanya kemungkinan belut yang diambil trauma karena penangkapan liar. Adapun kelebihannya , bibit hasil tangkapan memiliki rasa yang lebih gurih sehingga harga jual lebih tinggi .

Sedangkan untuk bibit hasil budidaya memiliki kekurangan harga jual yang lebih rendah dari belut tangkapan. Namun kelebihannya, ukuran bibt lebih seragam dan tersedia dalam jumlah banyak serta lanjutannya akan terjamin. Bibit hasil budidaya memiliki daya tumbuh yang relative sama karena berasal dari 1 indukan yang sama.


Bibit belut hasil budidaya bisa diperoleh dengan cara membeli atau memijahkan sendiri, pemijahan belut jantan dan betina dilakukan secara alami. Selama ini, yang berlaku di Indonesia pemijahan yang dilakukan adalah pemijahan buatan ( disuntik dengan hormone) . agar menghasilkan bibit yang berkualitas, silahkan lihat kiat sukses pembibitan belut berikut ini.

Kriteria Bibit Unggulan


Ukurannya seragam. Ukuran bibit yang seragam dimaksudkan untuk memudahkan pemeliharaan dan menekan risiko kanibalisme atau saling memangsa.

  • Gerakannya aktif dan lincah, tidak loyo.
  • Tidak cacat atau luka secara fisik.
  • Bebas dari penyakit.

2. Menyiapkan kolam Budidaya Ikan Belut



Langkah kedua yang harus dilakukan setelah memilih bibit unggulan adalah menyiapkan kolam Budidaya Ikan Belut. Budidaya Ikan Belut bisa anda lakukan berada pada kolam permanen maupun kolam semi permanen. Kolam belut permanen yang sering dipakai adalah kolam terpal, kolam drum, tong, container plastic dan jarring sehingg a bisa menampung belut dalam kurun waktu yang lama.

Dan kali ini, kami akan membahas Budidaya Ikan Belut pada kolam tembok, karena kolam tembok relative lebih kuat, umurnya bisa bertahan hingga 5 tahun. Jadi Budidaya Ikan Belut bisa dilakukan dalam kurun waktu yang lama. Mengenai bentuk kolam belut bervariasi bisa disesuaikan dengan keadaan ruang dan kebutuhan budidaya. Adapun ketinggian kolam berkisar 1 hingga 1,25 meter. Jangan lupa diberi lubang pengeluaran dengan pipa yang agak besar untuk memudahkan pergantian media tumbuh.

Kolam tembok yang baru dibuat, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa minggu, kemudian direndamdengan air ditambahkan daun pisang, sabut kelapa atau pelapah pisang agar bau semen bisa hilang.

Media tumbuh untuk Budidaya Ikan Belut


Peradaban asli belut, hidup didalam perairan lumpur. Karena lumpur merupakan tempat perlindungan belut. Begitu juga dengan budidaya yang akan anda laukan, media yang digunakan untuk perkembangan belut yaitu dengan menggunakan media tumbuh berupa lumpur.

Selain lumpur, juga ada bahan tambahan yang menjadikan belut nyaman untuk tinggal disitu, ada beberapa material yang bisa dijadikan sebagai lumpur atau media tumbuh, diantarnaya yaitu lumpur sawah, kompos, humus, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, mikroba decomposer.

Komposisi material organic pada media tumbuh Budidaya Ikan Belut tidak ada patokan khusus, hanya saja tergantung dengan kebiasaan , pengalaman serta tergantung jumlah belut yang dibudidaya.  Pembudidaya bebas bisa meramu sendiri media tumbuh dari bahan yang mudah didapatkan serta bisa bermanfaat bagi belut.

Media Budidaya Ikan Belut

Setelah mengetahui bahan yang digunakan untuk membuat media tubuh belut guna menjadik media Budidaya Ikan Belut sebagai berikut.

  • Bersihkan dan keringkan kolam. dan letakkan jerami padi yang telah dirajang pada dasar kolam setebal kurang lebih 20 cm.
  • Taruh pelepah pisang yang telah dirajang setebal 6 cm, di atas lapisan jerami.
  • Jangan lupa tambahkan campuran pupuk kandang (kotoran kerbau atau sapi), kompos atau tanah humus setebal 20-25 cm, di atas pelepah pisang. Adapun Pupuk organik berguna untuk memicu pertumbuhan biota yang bisa menjadi penyedia makanan alami bagi belut.
  • Kemudian Siram lapisan media tumbuh tersebut dengan cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, misalnya larutan EM4.
  • Timbun dengan lumpur sawah atau rawa setebal 10-15 cm. Biarkan media tumbuh selama 1-2 minggu agar terfermentasi sempurna hingga menjadi lumpur.
  • Alirkan air bersih selama 3-4 hari pada media tumbuh yang telah terfermentasi tersebut untuk membersihkan racun. Setel besar debit air, jangan terlalu deras agar tidak erosi.
  • Genangi media tumbuh tersebut dengan air bersih. Kedalaman air 5 cm dari permukaan. Pada kolam tersebut bisa diberikan tanaman air seperti eceng gondok.

Dari proses di atas didapatkan lapisan media tumbuh/lumpur setebal kurang lebih 60 cm. Setelah semuanya selesai, bibit belut siap untuk ditebar

Pemberian pakan


Pada bagian ini, anda jangan meremehkan karena belut merupakan hewan yang rakus, jadi jangan sampai terlambat untuk memberikan pakan. Untuk pemberian pakan disesuaikan dengan berat populasi belut, secara umum belut membutuhkan jumlah pakan sebanyak sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya setiap hari.

Berikut rincian pemberian pakan :


  • Umur 0-1 bulan: 0,5 kg
  • Umur 1-2 bulan: 1 kg
  • Umur 2-3 bulan: 1,5 kg
  • Umur 3-4 bulan: 2 kg

Adapun pakan yang diggunakan bisa berupa pakan hidup dan pakan mati, pakan belut kecil  yang masih hidup berupa zooplankton, cacing, kutu air (daphnia/moina), cacing, kecebong, larva ikan, dan larva serangga. Sedangkan untuk belut dewasa bisa diberi makanan berupa ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung, dan keong. Frekuensi pemberian pakan hidup dapat dilakukan 3 hari sekali.Sedangkan untuk pakan mati bisa diberi bangkai ayam, , cincangan bekicot, ikan rucah, cincangan kepiting yuyu, atau pelet.

Pemanenan



Setelah semuanya sudah dilakukan, langkah yang terakhir adalah proses pemanenan yang harus anda lakukan. Kapan belut bisa dipanen? Untuk ukuran berapa besar belut tidak ada patokan khusus, hanya saja untuk pasaran domestic biasanya menghendaki belut agak kecil dan untuk pasar ekspor menghendaki ukuran yang lebih besar. Anda bisa panen setelah merawat selama 3 sampai 4 bulan bahkan bisa lebih.

Itulah Cara Budidaya Ikan Belut yang sudah kami paparkan dengan jelas dan rinci, semoga ilmu yang kami paparkan bisa bermanfaat bagi para pembudidaya ikan belut.

Post a Comment

0 Comments