Cara Budidaya Ikan Kerapu Peluang Bisnis Sangat Menguntungkan

Budidaya Ikan Kerapu - Ikan kerapu adalah ikan yang memiliki nama latin Epinephelus yang sering disebut dengan istilah group dan satu komoditas perikanan yang memiliki peluang baik pasaran domestic ataupun pasar internasional.  Peluang tersebut cukup bagus dengan harga yang tergolong tinggi.

Budidaya Ikan Kerapu memiliki berpotensi yang menguntungkan sekali, pasalnya pertumbuhan ikan ini cepat dan bisa diproduksi secara missal untuk memasok permintaan pasar ikan kerapu keadaan hidup, karena penjualan ikan segar lebih menjanjikan. budidaya Ikan Kerapu memang sangat mudah, tapi untuk mendapatkan Ikan kerapu yang berkualitas tentunya harus dengan cara budidaya ikan kerapu yang baik.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Nila 3 Bulan Panen
budidaya ikan kerapu


Sebelum Pembudidaya ikan kerapu dilakukan, perlu untuk mempelajari teknik-teknik yang harus dipelajari sebelum terjun ke lapangan. baiklah, kali ni kami situs Budidaya Ikan Hias akan merangkum Cara Budidaya Ikan Kerapu sebagai berikut.

Sebelum memulai pembahasan Cara Budidaya Ikan kerapu, perlu kita ketahui bahwa budidaya ikan kerapu membutuhkan metode yang pas adalah manipulasi lingkungan. Merangsang terjadinya perkawinan ikan kerapu antara jantan dan betina matang kelamin dengan memanipulasi lingkungan bak yang terkontrol.

Teknik Perkawinan dengan manipulasi lingkungan telah dikembangkan berdasarakan pemijahan aslinya, berada di alam lepas. Caranya dengan merangsang atau kejutan factor lingkungan diantaranya Suhu , kadar garam, kedalaman air dan factor pendukung lainnya. Pemijahan ikan kerapu mengikuti fase pendederan bulan pada saat bulan terang dan bulan gelap.

CARA BUDIDAYA IKAN KERAPU

Untuk bisa menghasilkan ikan kerapu yang siap untuk dikonsumsi, tentunya dari pemeliharaan burayak ikan menjadi ikan yang siap konsumsi memerlukan beberapa cara budidaya ikan kerapu, disini akan kami paparkan cara budidaya ikan kerapu dimulai proses pemijahan hingga proses panen ikan kerapu. langsung saja selengkapnya silahkan simak berikut ini.

1. Pemilihan Induk Ikan kerapu


Langkah pertama yang harus dilakukan untuk budidaya ikan kerapu adalah memilih indukan yang berkualitas terlebih dahulu agar menghasilkan burayak ikan atau benih ikan kerapu yang berkualitas dan sehat. Indukan ikan kerapudipijahkan dan dipelihara pda kurungan apung dengan kepadatan populasi ikan kerapu 7,5 - 10 kg/m 3. Adapun mengenai pakan yang dberikan berupa ikan rucah yang memiliki kadar lemak yang rendah.

Penebaran ikan diluar pemijahan dilakukan dengan memberikan pakan sebesar3-5% dari berat badan ikan perharinya, dan pada saat musim perkawinan pemberian pakan diturunkan menjadi 1 % dari total berat badan perharinya, selain itu juga diberikan vitamin E dengan dosis 10-15 mg per ekor dalam seminggu.



2. Pemijahan Ikan Kerapu


Langkah kedua setelah perawatan Indukan Ikan Kerapu, kini masuk pada proses pemijahan ikan kerapu. Ikan kerapu yang sudah siap dipijahkan harus sudah matang kelaminnya, kemudian dipindahkan ke bak pemijahan.  Tapi sebelum bak kolam pemijahan di pakai, harus diisi air laut bersih terlebih dahulu dengan ketinggian 1,5 m dan salinitas + 32 ‰.

Manipulasi lingkungan tersebut dilakukan saat menjelang gelap dengan cara menurunkan permukaan air setiap harinya, mulai jam 09.00 sampai jam 14.00 permukaan air diturunkan sampai kedalaman 40 cm dari dasar bak,kemudian setelah jam 2 siang permukaan air dikembangkan hingga menjadi 1,5 meter kembali. Proses manipulasi tersebut dilakukan terus menerus hingga proses pemijahan berlangsung.

Pemijahan Ikan Kerapu dilakukan secara alami dengan memberikan rasangan hormonal kepada indukan ikan kerapu dengan cara menyuntik dengan hormon Human Chorionic Gonadotropin (HGG) dan Puberogen agar merangsang terjadinya pemijahan. Takaran hormone yang diberikan sebagai berikut.

HGG 1.000 - 2.000 IU/kg induk  Puberogen 150 - 225 RU/kg induk, Indukan ikan harus diamatai setiap hari setelah senja sampai malam hari. Pada umumnya Proses pemijahan ikan kerapu terjadi pada malam hari antara jam 22.00 - 24.00 WIB. Prediksi  pemijahannya terjadi 2 kali bulan Juni -September dan bulan Nopember - Januari. Dan apabila proses pemijahan sudah selesan kemudidan telur ikan segera dipindahkan ke bak penetasan larva.

3. Penetasan Telur Ikan Kerapu



Bak yang digunakan untuk proses penetasan telur dan sebagai pemeliharaan larva terbuat dari beton yang berbentuk persegi panjang, contoh ukurannya adalah 4 x 1 x 1 m³, tiga hari sebelum kolam beton digunakan untuk proses penetasan, sebelumnya dipersiapkan terlebih dahulu dengan membersihkan dan mencuci dengan larutan  chlorine (Na OCI) 50 - 100 ppm.

Setelah itu Kolam dinetralkan dengan larutan Natrium thiosulfat sampai bau yang ditimbulkan oleh chlorine hilang. kemudian air laut dengan kadar garam 32 % dimasukkan kedalam bak yang telah disiapkan tadi, Persiapan sebelum penempatan diharapkan mampu menstabilkan suhu antara 27 - 28°C. Kemudian setelah sudah siap, telur  ikan kerapu bisa dimasukkan kedalam bak.

Pada saat proses penetasan, didalam bak buatlah system air mengalir, Telur yang dibuahi akan mengapung dipermukaan air dengan warna transparan (jenih), sebelum telur ditetaskan perlu direndam dengan larutan 1 - 5 ppm acriflavin untuk mencegah serang bakteri.


4. Perkembangan Larva Ikan Kerapu


Setelah telur yang ditetaskan sudah menetas dan menjadi larva ikan kerapu, proses perawatannya berbeda. Setelah telur menetas , larva akan melayang-layang, gerakannya tidak aktif dan tampak kuning telur dan oil globulenya, tampilan dan bentuk larva akan berubah bentuk menyerupai ikan kerapu dewasa pada umur 31 hari /sebulan.

5. Pengolahan Kualitas Air


Hal yang juga sangat penting pada proses Budidaya Ikan Kerapu adalah pengolahan kualitas Air, Bak penetasan telur yang dijadikan sebagai pemeliharaan larva harus selalu terjaga kualitas airnya dengan cara menambahkan phytoplankton Chlorella dengan kepadatan 5.10 3 - 10 4 sel/ml.  Fungsi Phytoplankton adalah untuk meminimalisir pembusukan yang ditimbulkan oleh telur yang tidak menetas, dan pembusukan sisa telur yang ditinggalkan agar kualitas air tetap terjaga.

Pergantian air yang pertama dilakukan pada saat larva berumur 6 hari, sebanyak 5-10%, penambahan air dilakukan setiap hari seiring dengan bertambahnya umur larva, dan volume air yang perlu diganti juga semakin banyak. Dan pada saat larva berumur 30 hari maka pergantian air dilakukan sebanyak 20%, sedangkan untuk larva berumur 40 hari air diganti sebanyak 40%.

Itulah Cara Budidaya Ikan Kerapu, setelah larva ikan kerapu sudah cukup besar maka sudah siap dipindahkan ke kolam apung, dengan kolam yang luas menjadikan pertumbuhan ikan menjadikan pertumbuhan ikan kerapu lebih cepat. adapun mengenai pemanenan tergantung dan sesuka hati pembudidayanya, tentunya tergantung permintaan pasar apakah dipanen denga ukuran kecil, sedang maupun ukuran yang sangat besar.

Budidaya Ikan kerapu memerlukan ketelatenan yang tinggi, karena pada proses pemijahan dan penetasan larva menggunakan manipulasi kehidupan, yang asalnya hidup dilaut lepas dengan kadar garam yang standard, kini dipindah di kehidupan bak beton yang dibuat secara manual oleh manusia. Terimakasih atas partisipasinya semoga bermanfaat.

Post a Comment

0 Comments